RSS

Dinas Pendidikan Jabar Targetkan 25.000 Mahasiswa

25 Apr

Dear All,

Berikut disampaikan informasi mengenai program D1 di Jawa Barat, semoga bermanfaat.

BANDUNG, (PRLM).-Dinas Pendidikan Jawa Barat menargetkan 25.000 mahasiswa untuk Seamless Education Jabar pada tahun pertama 2010. Jumlah ini diharapkan meningkat pada tahun-tahun berikutnya hingga 80.000 orang.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Wahyudin Zarkasyi pada sela-sela workshop Seamless Education di Aula Disdik Jabar, Selasa (21/7).

Menurut Wahyudin, Seamless Education yang menjadi program Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional ini, sejalan dengan program peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi dan pengurangan jumlah pengangguran di Jabar.

Selain itu, tambah Wahyudin, program ini sekaligus mengoptimalkan peran Sekolah Menengah Kejuruan dan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional yang memiliki fasilitas pembelajaran dan praktikum yang cukup baik. “Kita manfaatkan potensi ini untuk membuka pendidikan D1 bagi mereka yang belum pernah kuliah,” tuturnya.

Dalam prakteknya, kata Wayudin, SMK dan SMA tersebut akan menjadi sub-kampus dari perguruan tinggi yang terlibat dalam program ini. Saat ini, ada sekitar 29 SMK dan SMA dari 15 Kota/kabupaten se-Jawa Barat yang terdaftar di Disdik Jabar dalam program ini. “Ini baru tahun pertama, selanjutnya kami harap setiap kota/kabupaten ada sekolah yang mewakili,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Southeast Asian Minister of Education Organization Regional Open Lerning Center (SEAMEO SEAMOLEC), Gatot Hari Priowirjanto mengatakan, pada dasarnya Seamless Education bertujuan meningkatkan APK perguruan tinggi masyarakat Indonesia, mengurangi pengangguran, serta meningkatkan pendapatan asli daerah dan keluarga.

Gatot menegaskan, dalam pelaksanaannya, perguruan tinggi yang diminta akan membuka program D1 untuk mereka yang belum pernah kuliah dengan SMK/SMA mitranya sebagai tempat kegiatan belajar di daerah masing-masing.
“Di Jabar kami sudah meminta delapan perguruan tinggi untuk terlibat, sedangkan secara keseluruhan yang terlibat ada 49 perguruan tinggi se-Indonesia,” ungkapnya.

Secara teknis, para mahasiswa Seamless Education hanya akan belajar di kampus perguruan tinggi bersangkutan selama beberapa waktu saja. Sisanya, mereka belajar jarak jauh menggunakan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di SMK/SMK yang menjadi sub-kampusnya. “Misalnya orang Garut tidak perlu datang ke kampus ITB, tapi cukup di SMK/SMA yang menjadi sub-kampus di daerah itu,” papar Gatot.

Dalam program ini, kata Gatot, prioritas diberikan kepada mereka yang belum pernah kuliah. Tidak ada batasan usia dalam program ini. Ibu-ibu rumah tangga sekalipun, bisa ikut untuk menambah wawasan agar bisa memiliki usaha guna peningkatan ekonomi. “Untuk itu, program D1 di sini dirancang agar jelas nanti mereka bisa bergelut dalam bidang apa dan potensi penghasilannya berapa,” tuturnya.

Lebih jauh Gatot berharap, SMK/SMA yang berminat menjadi sub-kampus, perlu mempertimbangkan jurusan di sekolahnya dan potensi daerah mereka dalam memilih perguruan tinggi pembina. “Kalau tidak jelas potensi ekonominya jangan dipilih,” katanya.

Terkait biaya, Gatot mengatakan, besarannya ditentukan oleh sekolah sebagai sub-kampus. Namun Gatot berharap maksimal biaya yang dibebankan pada masyarakat sebesar Rp 150.000/bulan/orang. Ini terkat dengan target utama pada kuadran tiga dan empat atau masyarakat tidak mampu. “Memang tidak cukup ringan, tapi setidaknya tidak ada uang bangunan seperti D1 umum,” paparnya. (A-178/kur)***

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/node/122870

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s